Teknopreneur.com – Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian mengenai motor berbahan bakar gas, oleh peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Arbi Dimyati, Serpong Tangerang, Banten. Pihaknya mengklaim bahwa hasil temuannya tersebut terbilang lebih aman.

“Selama proses penelitian bertahun-tahun, kami tidak menemukan kendala berarti, apalagi yang banyak ditakutkan yaitu tabung meledak,” katanya hari ini.

Dia menjelaskan bahwa munculnya kasus ledakan yang banyak di alami pengguna tabung gas di rumah adalah karena lokasi yang tertutup. Sehingga gas akan berpusat dan mengumpul pada satu tempat, maka saat menyambar api bisa menyebabkan kebakaran hingga ledakan karena kondisi pengapiannya memicu tekanan yang kuat. Agar meminimalisir hal tersebut, khusus untuk motor berbahan bakar gas ini tabung akan ditempatkan berada di ruang terbuka dan mengatur sifat gas yang mudah terbawa angin. Sehingga nantinya kemungkinan tabung untuk meledak meskipun mengalami kebocoran sangat kecil.

“Semisal ada kebocoran, gas akan cepat hilang tertiup angin,” lanjutnya.

Salah satu unsur paling penting dalam sistem keamanan sepeda motor BBG adalah regulator gas. Karena hampir seluruh kasus yang melibatkan tabung gas terletak pada permasalahan regulator yang bocor. “Regulator harus yang berkualitas, agar tidak ada kebocoran gas,” tambahnya.

Selama proses penelitian, pihaknya telah melakukan sejumlah metode terkait unsur keselamatan dalam menggunakan motor berbahan bakar gas seperti saat motor terjatuh hingga selang gas yang putus. “Braket harus kuat dan melindungi tabung, sehingga saat terjatuh aman, sementara saat selang gas putus, secara otomatis tabung tidak mengeluarkan gas.” tandasnya.