Teknopreneur.com – Berkat kepekaan terhadap kondisi pertanian di Indonesia, tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Aldri, Fajar Muhammad, Azhar Triramanda, dan Dimas Ramdhani menangkan medali emas lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVII di Semarang. Ketiga mahasiswa tersebut berhasil memenangkan lomba dengan menggunakan konsep Agrocoastal’s System untuk menangani permasalahan krisis lahan pangan di Indonesia.

Kondisi luas lahan pertanian Indonesia yang tidak banyak berubah,  dengan luas sekitar 25 juta hektar. Hal ini tidak seimbang dari hasil produksi untuk mencukupi proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2020 yang akan mencapai 293,88 juta jiwa.

Hal ini diperlukan solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan lahan pertanian seperti laju deforestasi hutan untuk keperluan lahan pertanian agar meningkat. Konsep yang dibuat ketiga mahasiswa untuk membantu menyelesaikan problematika tersebut dinamakan Agrocoastal’s System dengan mengedepankan pemanfaatan wilayah pesisir sebagai daerah produktif pertanian pangan.

Azhar mengungkapkan bahwa, “Agrocoastal’s System” merupakan sistem budidaya tanaman pangan yang menggunakan daerah pesisir laut sebagai lahan garapan. Konsep ini merupakan solusi penyelesaian krisis lahan pertanian dengan cara memanfaatkan wilayah perairan di daerah pesisir sebagai lahan alternatif. Daerah pesisir yang dimaksud mencakup pantai hingga laut wilayah pesisir (coastal zone).” katanya beberapa hari yang lalu.

Sistem Agrocoastal, akan ada dua cakupan wilayah yang diklasifikasikan berdasarkan fungsinya yakni Main Agrocoastal dan Supporting Agrocoastal (Outer Floating Area). Main Agrocoastal berfungsi sebagai tempat penerapan aquaponic atau kombinasi budidaya ikan dan tanaman pangan. Sedangkan Supporting Agrocoastal (Outer Floating Area) berfungsi sebagai pemecah ombak agar tidak terjadi kerusakan pada area main agrocoastal juga sebagai pembangkit tenaga gelombang laut (wave energy).

Manfaat dari Agrocoastal ini, laju deforestasi bisa dihambat. Bahkan dapat dihentikan secara total. Sistem tersebut diyakini mereka akan dapat memberdayakan masyarakat secara ekonomi bagi mereka yang tinggal di pesisir pantai di Indonesia, seperti Agrocoastal Edutourism sebagai wahana pendidikan dan wisata.