Teknopreneur.com – Dilatarbelakangi akan kebutuhan kantong plastik yang semakin tinggi, perusahaan produsen plastik Sinar Joyo Boyo mengeluarkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan plastik yang ramah lingkungan dan sehat untuk makanan (food contact grade).

General Manager Sales & Marketing Sinar Joyo Boyo Handoko Saptajaya Sidharta, menjelaskan bahwa kebutuhan kantong plastik masih menjadi barang komoditi yang belum bisa tergantikan. Terutama untuk menunjang industri UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan industri fast moving consumer goods (FMCG). Kantong plastik hingga hari ini masih menjadi primadona masyarakat karena harganya juga lebih ekonomis ketimbang kantong lainnya.

 “Kami selalu berkembang melalui inovasi produk yang secara konsisten menerapkan sistem management mutu untuk menghasilkan produk plastik yang unggulan, hingga akhirnya tetap aman untuk lingkungan dan sehat untuk makanan.” ungkap Handoko.

Pada saat perayaan Idul Adha kemarin, perusahaannya menggelar program “Tebar Kantong Plastik Qurban” sebagi langkah positif perusahaan untuk meminimalisir dampak penggunaan plastik yang cenderung meningkat di momen-momen penting seperti halnya Hari Raya Idul Adha.

Dari data penyembelihan hewan qurban Dirjen Peternakan dan Kesehatan RI ditahun 2013, total penggunaan plastik khusus untuk pembagian daging hewan kurban telah mencapai sekitar 40.400 lembar kantong plastik dengan asumsi (1 Kantong = 2 Kg daging) yang mencakup 12 Provinsi di Indonesia.

Dari hal tersebut, Sinar Joyo Boyo menyalurkan kantong plastik ramah lingkungan dengan jenis HDPE sebanyak 350.000 lembar untuk memenuhi kebutuhan 500 masjid yang tersebar 28 lokasi strategis di Pulau Jawa pada saat perayaan hari raya kurban kemarin (5/10/2014).

Kualitas plastik tersebut diyakini sangat ramah lingkungan karena dapat terdegradasi dengan sendirinya setelah dua tahun, karena dalam pembuatannya menggunakan sistem oxo-biodegradable. Suatu zat yang dapat meleburkan dirinya sendiri saat melewati masa dua tahun.