Teknopreneur.com – Perusahaan Twitter melakukan investasi sebesar 10 juta dolar untuk membangun dan mengembangkan laboratorium, dalam rangka memahami dan meneliti bagaimana orang menggunakan jaringan sosial dan mengungkap bagaimana dinamika rumor yang dapat menyebar dalam media sosial.

Twitter menghibahkan dana besar untuk Massachusetts Institute of Technology yang merupakan tim ilmuwan untuk memahami bagaimana pesan dan rumor dapat menyebar secara online. Mereka membangun alat komunikasi baru untuk para wartawan khusus. Pakar kebijakan dan peneliti akan menggunakan alat tersebut untuk menemukan pola-pola baru dan tren yang terjadi di masyarakat.

Para ilmuwan tersebut akan mengakses data dari Gnip, sebuah website yang menyimpan tweets lama. Kericau menekankan bahwa data tersebut tidak akan dapat ditelusuri kembali ke pengguna perorangan. Penelitian tersebut diharapkan akan membantu para ahli untuk memahami bagaimana pesan menyebar secara online dan asal-usul rumor dan ide-ide dalam jejaring sosial.

Selama lima tahun berikutnya, para peneliti akan menganalisis kuantitas besar konten dari Twitter, Reddit, dan forum online lainnya untuk membangun alat komunikasi baru itu.

Penelitian diharapkan dapat menghasilkan alat-alat baru untuk orang-orang yang bekerja pada perjuangan ‘kesetaraan gender dan pidato di ruang publik’, jelas Direktur Eksekutif Twitter Dick Costolo, seperti yang dilansir Daily Mail kemarin (2/10/2014).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, “Twitter mengambil kesempatan untuk masuk lebih dalam ke penelitian untuk memahami peran Twitter dan bermain pada platform lain dalam cara orang berkomunikasi, efek bahwa komunikasi cepat dan mencair dapat memiliki dan menerapkan temuan untuk isu-isu sosial yang lebih kompleks.” Katanya.

Sementara itu Juru Bicara Twitter mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk berinvestasi lebih banyak ke dalam penelitian dan menekankan bahwa data akan tidak dapat ditelusuri kembali ke masing-masing pengguna.