Teknopreneur.com – Jejaring sosial yang sudah ada, seperti Facebook ataupun google+ dinilai memiliki masalah yang berat dalam hal keamanan akun pengguna. Bahkan ada data yang menyebutkan, pembajakan akun telah dialami oleh sekitar 400.000 akun dari pengguna yahoo, gmail, Hotmail, dan lain-lain.

Netropolitan yang diskenario oleh James Touchi-Peters ini, menjanjikan penggunanya akan aman dari pembajakan akun ataupun pencurian password. Akan tetapi, untuk jadi penggunanya akan dikenakan biaya sebesar 9.000 dolar AS atau sekitar Rp100juta per tahun.

Sepertinya Sosial media ini memang sengaja di setting untuk orang-orang tertentu saja yang dapat memilikinya. Adapun dari 9.000 dolar tersebut dibagi menjadi dua bagian, untuk tahun pertama registrasi dikenakan biaya $6.000 sedangkan sisanya untuk biaya pembaharuan tahun berikutnya agar pengguna dapat mengakses akun miliknya tersebut.

Ternyata memang tidak sembarangan, ada beberapa persyaratan yang harus diikuti oleh seluruh penggunanya tanpa terkecuali. Seperti, penggunaan nama asli serta tempat tinggal asli Anda sekarang.

Selain itu, semua posting diharuskan dalam bahasa inggris dan setiap pengguna tidak boleh membocorkan identitas anggota lain diluar Netropolitan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga akun masing-masing pengguna atau menjadikannya semacam komunitas eksklusif.

Seperti yang dikutip dari laman CNET, jika dilihat dari tampilan dindingnya mirip seperti Google+ dengan foto profil bulat dan update status masih terlihat seperti Facebook. Netropolitan seakan-akan mengasingkan orang-orang yang tidak memiliki cukup biaya seperti membuat jurang pemisah antara kalangan atas dengan orang biasa.