Teknopreneur.com – Ir. Lolly Amalia Abdullah, M.Sc Direktur Kerja Sama dan Fasilitasimengatakan Hak Kekayaan Intelektual sangat berdampak pada pertumbuhan dan kemajuan dari beberapa negara di dunia.

Misalnya saja negara adidaya Amerika. Pada tahun 2011 Hak Kekayaan Intelektual negara Amerika mencapai $5.8 Trilyun, lebih dari besarnya PDB negara apapun di dunia. HKI juga menyumbang 1/3 dari PDB negara U.S. Dan 74% dari produk ekspor U.S. yang berdasarkan HKI dan berjumlah hampir $1 Trilyun.

Begitu juga dengan Jepang, sejak tahun 2002 Jepang  telah mendeklarasikan diri  sebagai bangsa  yang berbasiskan HKI (Nation based on Intellectual Property). Seiring dengan waktu Jepang termasuk salah satu negara yang menghasilkan paten terbanyak di dunia

HKI ternyata tak hanya berdampak pada negara maju, negara berkembang seperti Taiwan pun pertumbuhan ekonominya pernah mengalami penurunan PDB sebesar -1.81 x  karena terjadi penurunan  6% pendaftaran hak paten di tahun 2009 dari tahun sebelumnya pendaftaran mencapai 2%. Dan di tahun 2010  mengalami PDB sebesar 10,72 x karena pendaftaran hak paten naik 3%.

Namun sayang di Indonesia masih belum banyak orang yang mengerti pentingnya HKI, sehingga baru sedikit yang mendaftarkan karya kreatifnya. Sehingga wajar jika pertumbuhan ekonomi di Indonesia memang masih lambat, sehingga  menurut data yang didapat dari Ditjen HKI pada saat sosialisasi HKI baru 55 karya kreatif yang terdiri dari  7 paten, 19 hak cipta, 29 merek yang sudah terdaftar.