Teknopreneur.com – “Melalui program ini Telkom berharap agar guru-guru di Indonesia mampu menjadi fasilitator kegiatan belajar mengajar yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing generasi muda penerus bangsa,”Ujar Dirut Telkom, Arief Yahya dalam pembukaan Indilearning BGK 2014.

Dengan adanya program tersebut bertujuan untuk terus menciptakan masyarakat indonesia yang melek teknologi serta memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sarana kesiapan untuk menghadapi persaingan global. Program CSR ini diselenggarakan Telkom bersama dengan Kemendikbud demi mendukung sosialisasi kurikulum 2013.

Kegiatan tersebut mengusung tema “IndiLearning Guru untuk Generaasi Emas Indonesia” sesuai dengan visi kurikulum 2013 yang bertekad mewujudkan Generasi Emas Indonesia. Program IndiLearning berlangsung di 8 kota besar di Indoneisa. Yakni Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, Banjarmasin, Jayapura, Singaraja, dan Makassar.

Materi yang disampaikan saat pelatihan meliputi pengenalan WiFi Id, sosialisasi penerapan kurikulum 2013, pembelajaran abad 21 (bekerjasama dengan Intel selaku penyedia modul pelatihan), integrasi teknologi & praktik terbaik pembelajaran inovatif, pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran dan public speaking.

Selain itu, Telkom juga berupaya menumbuhkan industri digital kreatif melalui penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung seperti Broadband Learning Center di 61 Kota di Indonesia yang memberikan pelatihan TIK bagi siswa dan guru dengan sertifikasi internasional, bekerjasama dengan Intel. Melalui program tersebut, Telkom menargetkan akan terlahir 50.000 Master Trainer sampai tahun 2015.

Disamping itu, Telkom juga membangun Creative Centers di 20 titik di seluruh Indonesia serta Creative Camps yaitu Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley dan Jakarta Digital Valley. Pengenalan ICT kepada komunitas guru bertujuan untuk mengakomodasi minat dan ketertarikan masyarakat terhadap industri digital kreatif dan mendukung kegiatan para pelaku industri digital kreatif di Indonesia serta mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing global, terutama dalam jangka pendek akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.