Teknopreneur.com – Lahirnya sebuah ide biasanya melahirkan sebuah karya. Namun tak semua  karya mampu melahirkan hak cipta. Padahal hak cipta sangat perlu bagi sebuah karya. Ia perlu dilindungi dan dihargai. Karena bukan hanya bisa mencegah terjadinya kerugian atau kerusakan dalam sebuah karya intelektual. Namun juga bisa memberikan royalti kepada si penglahir ide. Hak cipta seperti program komputer, sinematografi, fotografi, database, dan karya hasil pengalihwujudan, hak cipta atas ciptaan yang dipegang oleh badan hukum  dan berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali diumumkan.

Benny Setiawan, dirjen Hak Cipta menjelaskan jika terjadi pelanggaran terhadap suatu hak cipta maka pencipta atau ahli warisnya berhak menuntut Pemegang Hak Cipta supaya nama Pencipta tetap dicantumkan dalam Ciptaannya. Suatu Ciptaan tidak boleh diubah walaupun Hak Ciptanya telah diserahkan kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pencipta atau dengan persetujuan ahli warisnya dalam hal Pencipta telah meninggal dunia.Ketentuan sebagaimana diatas  berlaku juga terhadap perubahan judul dan anak judul Ciptaan, pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran Pencipta. Pencipta tetap berhak mengadakan perubahan pada Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat.  

Pencipta dari suatu karya cipta memiliki hak moral untuk dicantumkan nama atau nama samarannya di dalam Ciptaannya ataupun salinannya dalam hubungan dengan penggunaan secara umum. Mencegah bentuk-bentuk distorsi, mutilasi atau bentuk perubahan lainnya yang meliputi pemutarbalikan, pemotongan, perusakan, penggantian yang berhubungan dengan karya cipta yang pada akhirnya akan merusak apresiasi dan reputasi Pencipta. Selain itu tidak satupun dari hak-hak tersebut di atas dapat dipindahkan selama Penciptanya masih hidup, kecuali atas wasiat Pencipta berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Seperti yang penerangan S.M. Stewart bahwa ada tiga alasan mengapa  hak cipta perlu dilindungi dan diharga Pertama alasan keadilan. Pencipta yang menciptakan suatu karya yang merupakan ekspresi kepribadiannya. Sebaiknya, dia mampu memutuskan apakah dan bagaimanakah karyanya dipublikasikan serta mencegah kerugian atau perusakan karya intelektualnya. Pencipta harus diberi royalti sebagai upah atas hasil karya intelektualnya tersebut

Alasan ekonomi : Pencipta yang menciptakan suatu karya/kreasi membutuhkan investasi sehingga dalam prosesnya, seperti publikasi dan distribusi atas ciptaan biayanya mahal. Hal ini sangat diperhitungkan apakah ada harapan mendapatkan keuntungan.

Alasan Sosial : Penyebaran karya cipta ke sejumlah besar orang yang membentuk mata rantai antar kelompok/strata masyarakat dapat menciptakan perpaduan sosial, sehingga Pencipta memberikan kontribusi terhadap kemajuan sosial.