Teknopreneur.com – Siapa yang tak kenal Canon, hampir semua produk elektronik bermerk Canon hadir di pasaran Indonesia. Dari printer,scanner, teropong, kamera SLR hingga video kamera.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1933 ini telah memiliki jaringan global dari 219 dan memperkerjakan 118.000 karyawan di dunia. Namanya di Indonesia sudah melekat lama, sejak tahun 1976.

Perusahaan ini sudah lama berkerjasama dengan distributor resmi di Indonesia salah satunya PT Datascrip dibawah pengawasan Canon Singapore Pte,LTD .Canon termasuk tiga perusahaan yang memiliki hak paten terbanyak selama 15 tahun terakhir.

Perusahaan-perusahaan Indonesia bisa belajar dari Canon yang sudah 71 tahun bertahan di tengah persaingan global ini. Canon tetap belajar dan tetap melakukan perisetan pasar apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia.

“Dan selalu melakukan inovasi karena tanpa inovasi maka suatu perusahaan akan cepat matil,” kata Direktur Divisi Canon PT Datascrip Merry Harun. Selain itu 10 % dari pendapatannya di dedikasikan untuk mendedikasikan kemajuan teknologi, inovasi dan melakukan perisetan dan pengembangan dari 10% dari total pendapatan.

Bulan ini Canon kembali meluncurkan produknya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yakni Canon PowerShoot SX400, Kamera Kecil Berlensa Tele Besar. Selain itu serial kompetisi fotografi ‘Photo Face-Off yang akan Tayang perdana, 23 September 2014 di History Channel. Dan bulan depan Lomba foto Canon PhotoMarathon kembali digelar tahun ini di 3 kota besar di Indonesia, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari event Canon PhotoMarathon Asia yang juga diadakan di Singapura dan Vietnam.

Event-event seperti itulah salah satu cara yang dijadikan Canon untuk tetap eksis dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga bisa tetap eksis dalam persaingan global ini.