Teknopreneur.com – Apa kalian pernah menyangka di sebuah desa bernama Kaliabu, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang memiliki potensi-potensi pemuda desa dalam mendesain sebuah logo. Hebatnya lagi karya mereka di pakai oleh perusahaan-perusahaan luar negeri seperti Amerika dan Australia.

Adalah Khoirul Muhibin atau Ibin, seorang buruh tani yang baru mengenal komputer sejak setahun lalu. Dalam sebulan ia bisa meraup ribuan dollar dari kontes desain di internet. Ibin tak pernah belajar desian secara formal, ia mengenal komputer kurang lebih setahun lalu. Ditanya mengenai desain pun, ia hanya mengerti tapi sulit untuk merincikan makananya

“Kalau asuransi, ada khas melengkungnya. Saya sebutnya cleret,” ia menjelaskan.

Selain Ibin, adapula Fahmi Baehaqi. Ia bahkan pernah dicurigai oleh pihak bank karena banyak transaksi dari luar negeri ke rekeningnya.

“Maksimal pendapatan satu bulan 20 juta,” aku Fahmi.

Film dokumenter ini berjudul Disainer Kampung disutradai oleh  Amron Muhzawawi dan M. Aprianto. Film ini merupakan salah satu dari lima film ajang kompetisi film dokumenter Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2014. Selasa (16/9) lalu Eagle Institution menggelar premier Antalogi 5 Film Dokumenter yaitu Dolanan Kehidupan, Desainer Kampung, Di Tobong Bata, Pekak Kukuruyuk, dan Lipo Lorun Untuk Dunia.

Ajang yang telah berlangsung 10 kali dan menghasilkan 90 sineas ini bertujuan memberikan wadah bagi para insan muda perfilman pemula untuk menuangkan aspirasi mereka ke dalam catatan sejarah visual, serta menginspirasi Indonesia melalui ajang kompetisi film dokumenter.

EADC membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para sineas dokumenter amatir Indonesia untuk bisa mengajukan ide cerita yang kemudian dapat diproduksi dan diwujudkan menjadi film dokumenter kreatif yang inspiratif, yang mampu membuka mata dan harapan tentang perjuangan dan pergulatan Orang Kreatif di Indonesia.

Kali ini, EADC mengusung tema ‘Cerita di Balik Orang Kreatif (OK) Indonesia’ atau Indonesia OK yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Maria Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mangatakan kreatifitas itu tanpa batas. Ia juga mengaku sangat terinspirasi dengan kreativitas yang diangkat oleh senias muda dalam ajang ini.

Bagi para pencinta film,  Anda juga bisa menyaksikan antalogi 5 karya ini mulai 19-21 September di delapan kota seperti Jakarta, Bandung Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Balikpapan, dan Surabaya. Selamat menyaksikan!