Teknopreneur.com – “RBDI merupakan ajang untuk memoles permata-permata dalam lumpur di bidang desain sehingga menjadi berkilau, serta menjadi wahana yang dapat memunculkan wajah-wajah baru dalam dunia desain Indonesia,” ucap Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan IPTEK, Harry Waluyo saat pemberian penghargaan kepada para desainer hasil program RBDI 11 September 2014.

Kegiatan tersebut merupakan  kegiatan seleksi desain inovatif Indonesia yang bertujuan menemukan dan memetakan karya desain potensial dan kreatornya agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. RBDI diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan IPTEK ini terdiri atas  beberapa disiplin ilmu yaitu Mode, Produk dan Pengemasan, Arsitektur, Interior, Landscape, Iluminasi,  Desain Komunikasi Visual.

Dengan mengusung tema Spirit of Archipelago, ini diaharapkan dapat membangun semangat keanekaragaman Nusantara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Kegiatan RBDI 2014, dimulai dengan pelaksanaan sosialisasi di 7 kota yaitu Malang, Surabaya, Bandung, Batam, Padang, Semarang dan Jakarta. Sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai komunitas kreatif, mahasiswa serta praktisi.

Jumlah peserta yang mendaftar RBDI 2014 melalui Website resminya berjumlah 768 peserta. Setelah melalui tahap verifikasi sesuai persyaratan dan kriteria RBDI yang telah ditetapkan, 389 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak masuk tahap seleksi. Setelah melalui beberapa proses seleksi berikutnya tim kurator menetapkan 30 peserta yang kemudian diundang untuk presentasi karya di hadapan para kurator dan Steering Committee RBDI. 

Terpilihlah 14 orang desainer terpilih sebagai pemenang dari kompetisi Reka Baru Desain Indonesia 2014 yang kemudian akan mengikuti program pengembangan kapasitas bertaraf internasional yaitu Design Junction, Global Design Forum dan 100% Design di London pada ajang internasional London Design Week 2014.

Program pengembangan tersebut akan memfasilitasi HKI (Hak Kekayaan Intelektual), Internship serta program lainnya yang ada di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Keberhasilan program ini tentunya akan meningkatkan jejaring dan jumlah pelaku industri kreatif di tingkat daerah dan Nasional serta diharapkan dapat mendorong ke tingkat regional dan internasional,”ujar Harry.