Teknopreneur.com – Menurut dokumen pengadilan, National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, pengadilan AS telah menuntut Yahoo untuk mematuhi peraturan yang baru saja dibuat, tapi Yahoo membantah dan mengatakan peraturan tersebut tidak dibuat secara konstitusional. Pengadilan AS mengancam akan mengenakan denda kepada pihak yahoo jika raksasa mesin pencari tersebut tidak menyerahkan data pengguna.

Yahoo pun dinyatakan gagal memenuhi tuntutan pengadilan konstitusional AS tersebut. Akan tetapi, rincian muncul pada hari Kamis, ketika seorang hakim federal AS memperoleh materi tentang kasus yang dulu pernah menjadi perdebatan hangat.

Yahoo mengatakan,“Pemerintah telah membuat peraturan baru yang menuntut tentang informasi pengguna dari layanan online, dan diduga memicu masalah kembali ke pengadilan.”Seperti yang diungkapkan Edward Snowden, mantan karyawan National Security Agency (NSA) tahun lalu.

Akan tetapi dokumen pengadilan, perdebatan antara perusahaan teknologi dengan pengadilan AS tersebut telah terangkat ke meja hijau kembali sebelum pernyataan Snowden.

Seperti yang pertama kali diberitakan oleh Washington Post, penasihat umum Yahoo Ron Bell  mengatakan,“Bagaimana kita terus berjuang dalam setiap jalur hukum yang harus ditempuh untuk menantang upaya pengawasan pengadilan AS.”

Ia menambahkan,  yahoo diancam akan dikenakan denda sebesar $ 250.000 per hari jika tidak dapat memenuhi tuntutan pengadilan AS tersebut, seperti yang dikutip dari laman BBC.