Teknopreneur.com – Global Privacy Enforcement Network (GPEN) telah melakukan survey di 39 negara dan menyimpulkan bahwa 85% dari 1.211 aplikasi populer tidak dapat memberikan alasan yang jelas untuk apa mengumpukan data milik akun penggunannya. Artinya, 1dari 3 aplikasi populer, terlalu berlebihan mengorek informasi  pribadi Anda.

Sementara, Information Commissioner’s Office (ICO) telah melakukan penelitian terhadap 50 pengembang aplikasi populer di Inggris pada platform mobile android dan iOS dan telah mendapatkan hasilnya. Manager Group ICO, Simon Rice pada laman BBC mengungkapkan,“Hasil hari ini menunjukkan bahwa banyak pengembang aplikasi masih gagal untuk memperoleh informasi pengguna dengan cara yang jelas dan dapat dipahami oleh rata-rata konsumen.”

ICO dan GPEN menyatakan bahwa mereka juga akan menerbitkan pedoman untuk menjelaskan langkah-langkah yang seharusnya ambil untuk membantu melindungi informasi mereka ketika akan menggunakan aplikasi mobile.

Ada sekitar 43% dari aplikasi gagal untuk menyesuaikan komunikasi privasi untuk perangkat mobile, smartphone, baik tulisan yang terlalu kecil atau dengan penulisan kebijakan privasi yang terlalu panjang sehingga diperlukan lebih dari satu halaman.

Kemudian seorang peneliti dari University College London, Dr Steven Murdoch berasumsi bahwa banyak aplikasi yang ada saat ini, telah menjadi platform iklan. “Seringkali kebocoran privasi dari aplikasi mobile tidak datang dari aplikasi itu sendiri, tapi dari iklan yang terdapat dalam aplikasi tersebut,”tambahnya pada BBC.