Teknopreneur.com – Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa Silicon Valley menjadi kiblat para startup di bidang ICT? Sillicon Valley adalah sebuah nama yang  mengacu pada kawasan di Amerika Serikat, daerah selatan San Fransisco, Bay area dan California. Kawasan ini terkenal telah melahirkan banyak industri teknologi.

Silicon Valley sebenernya bukan hanya sekedar kawasan industri ICT, tetapi juga sebuah budaya anak-anak muda yang memiliki pikiran-pikiran terbuka dalam membangun bisnis. Bahkan menurut Indra Utoyo, Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom dalam acara Indotelko forum ‘Mendorong ICT Menumbuhkan Ekonomi Negeri’ budaya di Silicon Valley sangat mendukungbisnis di industri ICT. Orang-orangnya berpikir terbuka, saling mendukung, bahkan membagi informasi tentang bisnis adalah hal yang biasa.

Berdasarkan riset startup ekosistem, 2012 dari Genome, Silicon Valley menjadi peringkat pertama di dunia dalam hal startup ekosistem. Diikuti oleh Tel Aviv, Israel di peringkat kedua. Sementara di Asia ada Singapura, yang menduduki posisi 17 dan Bangalore, India di posisi 19. Indonesia?

Menurut Indra, Industri ICT Indonesia jauh tertinggal 20 tahun dari Silicon Valley.  Padahal Indonesia penduduknya sekitar 240 juta. Bandingkan dengan Tel Aviv yang hanya memiliki market 7 juta. “Ini merupakan market yang sangat besar,” ujar Indra.

Perlu diketahui investasi yang terjadi di dunia saat ini 61% terjadi di Silicon Valley, 14% di Amerika, dan sisanya di seluruh dunia adalah 15%. Bagaimana tidak? Lihat saja nama-nama perusahaan besar yang ada di Sillicon valley diantaranya: Apple, Cisco, Google, Intel, Facebook, hp, ebay, ASUS, Yahoo, Mozzila, dan Drobox. Ya, kita memang harus giat mengejar ketertinggalan untuk membangun industri ICT di negeri ini.