Teknopreneur.com – Saat ini, kompetisi GIST tengah memasuki babak semifinal dengan 35 negara dan 30 tim yang tersisa, termasuk Indonesia. Penilaian dilakukan dengan melihat video ide teknologi dari start up yang dan mem-vote video tersebut.

Penilaian berdasarkan voting video tersebut dalam bentuk scoring dengan nilai yang tertinggi 5 bintang. Untuk hasil voting dengan score tertinggi akan melaju ke babak final dan berkesempatan bersaing untuk memperoleh penghargaan pendanaan senilai $70.000.

Global Innovation trough Scince and Technology (GIST),  merupakan program inkubasi dari American Association for the Advancement of Scince (AAAS).GIST adalah sebuah kompetisi tingkat internasional sebagai sarana untuk menyaring ide teknologi ataupun start up yang pesertanya berasal dari berbagai negara.

Salah satu peserta kompetisi asal Indonesia yang berhasil masuk ke semifinal, Sartika  Kurniali mengatakan,“ Penelitian global menunjukkan orang miskin tetaplah miskin sering karena mereka mengalami guncangan yang merugikan (sakit, kematian, dll) dan kemudian mereka terseret kembali dalam jurang kemiskinan.”

Hal tersebut, menjadikan peserta asal Indonesia ini tergerak untuk membuat sebuah konsep inovasi sosial berbasis teknologi informasi untuk meretas kemiskinan di Indonesia. Ia dan tim membuat ide tersebut agar masyarakat marjinal dapat terlindungi, seperti yang sedang digalakan oleh pemerintah.

Namun, saat ia dan tim melakukan survei di lapangan, terkendala oleh masalah administrasi dan proses yang luar biasa manual dan lama. Untuk itu, sebagai solusi mereka membuat sebuah aplikasi mobile yang diberi nama AMI, yang berupa sebuah layanan asuransi mikro untuk kalangan bawah.

Ia mengatakan,“Kami memfasilitasi hubungan dan pertukaran informasi antara penyedia asuransi dan masyarakat. Jadi tergantung produk yang ditawarkan oleh penyedia asuransi.”

Kemudian ia menambahkan, aplikasi tersebut saat ini masih dalam pengembangan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sementara untuk voting dapat melalui link http://www.aaas.org/tech-i/vote yang hanya dapat dilakukan 1 kali saja dan akan ditutup pada 1 Oktober mendatang.