Teknopreneur.com – Dalam siaran pers tentang statistik kunjungan wisman serta kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf), Menparekraf, Mari Elka Pangestu mengatakan,“Kunjungan wisman menunjukkan trend pertumbuhan yang meningkat tajam seperti terlihat  pada jumlah kunjungan kumulatif dalam tujuh  bulan terakhir  Januari – Juli 2014. Dengan perkembangan ini, pencapaian target kunjungan wisman 9,3juta hingga 9,5juta akan terlampaui.  Begitu pula dalam perolehan devisa pariwisata, tahun ini diperkirakan mencapai US$ 11 miliar atau mengalami pertumbuhan 10,7%.”

Dengan sisa waktu beberapa bulan kedepan, Menteri optimis laju pertumbuhan kunjungan wisman akan tetap tinggi, karena umumnya jumlah kunjungan di semester 2 lebih tinggi dari semester 1. Selain itu, dengan adanya sejumlah even internasional  tentunya dapat memicu para wisman untuk berkunjung ke Indonesia.

Mari Elka Mengatakan,“Semoga target kunjungan di atas 9,5juta wisman tahun ini tercapai dan diharapkan dapat mendekati angka 10juta yang akan dijadikan sebagai dasar dalam menentukan pertumbuhan dalam lima tahun ke depan pada era pemerintahan baru 2015 – 2019.  Kemenparekraf tengah menyusun rencana strategis dan rencana jangka menengah dengan berbagai asumsi untuk mencapai target lima tahun ke depan.”

Menurut  data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf,  jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga Juli lalu tercatat ada 777.210orang atau mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2014 yang mencapai 851.475orang. Penurunan ini karena faktor ‘seasonal’ di mana pada Juli selalu menunjukkan trend melemah, kemudian meningkat kembali pada bulan Agustus dan September. 

Laju pertumbuhan PDB pariwisata  hingga tengah tahun 2014 mencapai 6,86% atau lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,17%. Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB sepanjang semester I telah mencapai Rp136,76triliun.  Sebagian besar berasal dari kontribusi sektor restoran dengan Rp104,06triliun, kemudian perhotelan Rp19,51triliun dan rekreasi hiburan Rp13,18triliun.

Sedangkan, sektor ekonomi kreatif diperkirakan tumbuh sebesar 5,12% atau hampir sama dengan pertumbuhan nasional hingga tengah tahun pertama 2014. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,2triliun.