Teknopreneur.com – Mahasiswa Teknik Universitas Surabaya Program Study Teknik Manufaktur, Chandra Sudono Halim berhasil menciptakan alat charger hand phone bertenaga asap knalpot. Alat tersebut bekerja untuk mengubah tenaga angin gas buang dari knalpot sepeda motor menjadi energi yang bisa digunakan untuk mengisi daya listrik pada sebuah telepon seluler.

Alat tersebut diberi nama olehnya menjadi Electric Emission Mobile Charger (E2MC), yang telah berhasil meraih medali emas untuk kategori inovasi dalam perlombaan International Invention Inovation and Design (3ID) di Universiti Teknologi Mara (UiTM) di Segamat, Johor, Malaysia pada 20 Agustus 2014 lalu.

Ide awal dari penemuannya bermula saat wajahnya terpa asap dari motor knalpot yang tinggi. Kemudian ia berpikir untuk mencoba agar gas buang dari knalpot tersebut diolah menjadi tenaga pembangkin listrik tenaga asap knalpot.

Chandra menjelaskan kinerja dari alatnya tersebut cukup sederhana. Yakni, ia hanya menggunakan kipas angin bekas komputernya yang sudah tidak terpakai yang di pasang pada knalpotnya. Kemudian kipas tersebut dihubungkan pada stabilisator yang akan berfungsi sebagai generator kecil yang akan menghasilkan listrik. Generator tersebut akan berputar berkat bantuan dari tekanan angin di dalam knalpot, jika kecepatan motor telah mencapai 20Km/jam untuk menghasilkan tegangan 5 volt.

Alat Electric Emission Mobile Charger (E2MC) akan bekerja maksimal menyimpan listrik jika pengguna mengemudikan motornya selama 3 jam lebih. Karena energi listrik yang masuk dalam power bank hanya 30-40 persen dalam satu jam.

Candra bersama dosen pembimbing Sunardi Tjandra ST MT rencananya akan segera menyempurnakan alat ciptaan hasil penelitian selama 17 bulan tersebut sebagai tugas akhir (TA) dan mematenkannya.