Teknopreneur.com – Dalam penganugerahan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo, Bambang Heru Tjahyono mengatakan,“Tujuan kegiatan INAICTA 2014 ini untuk mendorong terus berkembangnya produk-produk teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), lokal dengan peningkatan kualitas maupun inovasi produk. Tidak hanya bagi pengembang individu, tapi juga bagi komunitas untuk pemberdayaan masyarakat.”

Perlu diketahui, pada tahun 2014 ini INAICTA yang  merupakan ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK terbesar di Indonesia telah memasuki tahun ke-8. Bambang menambahkan, “Diharapkan dengan adanya INAICTA ini, dapat menjadi sarana untuk peningkatan inovasi dan kreatifitas masyarakat di bidang ICT sehingga karyanya berguna untuk pemberdayaan masyarakat luas. Kami tidak ingin yang muluk-muluk, tetapi karya-karya yang dihasilkan dalam INAICTA ini dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.”

Sementara, Ketua Panitia INAICTA 2014, Adreas Surya menjelaskan bahwa katagori yang dilombakan sedikit berbeda dengan tahun lalu. Ia menyatakan,“INAICTA 2014 ini, dibagi dalam 15 katagori antara lain Health and Wellbeing, Tourisme and Hospital, Micro and SME, Education, Games, Animation, Public Service, Reasearch & Development, e-Inclusion and Sosial Entrepreneurship, Applicative Robot.”

Sedangkan untuk kelompok pelajar dan mahasiswa adalah, Student Project SD and SMP, Student Project SMA & SMK, Student Project Perguruan Tinggi, Games Perguruan Tinggi dan Animasi Perguruan Tinggi. Sebagai upaya maksimalkan potensi yang ada INAICTA 2014 menyoroti trend dan potensi perkembangan industri TIK melalui konferensi, workshop, dan eksibisi.

Dan untuk produk ataupun karya yang jadi pemenang INAICTA 2014, akan diikutsertakan dalam kompentisi ditingkat  selanjutnya, yakni ASEAN ICT Award (AICTA) dan Asia Pasifik ICT Association (APICTA). “Hal ini bisa berdaya saing baik secara nasional maupun internasional yang dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Andreas.