Teknopreneur.com – Dalam acara konsorsium South East Asia-United States (SEA-US), Dirut Telkom Arief Yahya menyatakan,”Internet dunia itu pusatnya ada di Amerika Serikat. Trafik internet kita 70% lebih larinya ke sana.”

Proyek kabel trans bawah laut yang akan dimulai pada tahun 2016 tersebut, diperkirakan akan membentang sepanjang 15 ribu kilometer, mulai dari perairan Manado sampai ke Hawaii dan Los Angeles. Jaringan tersebut dapat menghasilkan bandwidth hingga 20 terabyte per detik.

Selain itu, Telkom juga memiliki proyek lain yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan telko asing, yakni SEA-ME-WE5 (Southeast Asia-Middle East-Western Europe 5) dan IGG (International Global Gateway). Dari Ketiga proyek yang telah disebutkan, dana yang sudah terkumpul untuk pembangunan infrastruktur jaringan subsea itu mencapai $1miliar.

Sebagaimana Kemkominfo, telah menyatakan, “Pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dari capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia.” Dengan semakin meningkatnya pengguna internet Indonesia tentunya trafik internet ke luar juga semakin besar.

Arief Yahya mengatakan,“Itu sebabnya, kami terus memperkuat infrastruktur jaringan kami, baik di domestik maupun mancanegara. Jelas ini merupakan ambisi kami untuk membangun internet Indonesia yang lebih baik. Ini juga untuk mewujudkan mimpi kami agar Indonesia bisa menjadi hub internet global.”