Teknopreneur.com – CEO WhatsApp, Jan Koum lewat akun twiternya mengatakan,“Sekarang melayani 600 juta pengguna aktif tiap bulannya. Ya, aktif dan terdaftar merupakan dua tipe yang berbeda.”

Pada saat diakusisi Facebook februari lalu, saham WhatsApp bernilai 19miliar dollar AS atau sekitar Rp223triliun,  dan saat itu telah memiliki 465juta pengguna. Kemudian diikuti oleh WeChat dengan 438 juta pengguna aktif miliknya.

Hingga saat ini, model bisnis Whatsapp masih seperti konsep awal yang tanpa iklan, tidak seperti pesaing lainnya, seperti WeChat dan KakaoTalk. Whatsapp memperoleh pendapatan dari biaya berlangganan.

Aturan berlangganan aplikasi instant messenger tersebut, untuk aplikasinya sendiri dapat diunduh secara gratis melalui App Strore masing-masing OS dan Setelah satu tahun penggunaan, baru akan dikenakan Charge sebesar US$0,9 per tahun. Akan tetapi, bagi pengguna yang sudah menggunakan sejak 2010 tidak dikenakan biaya atau gratis karena masa aktifnya terus diperpanjang.

Dengan banyaknya aplikasi pesan singkat yang tersedia, sepertinya Whatsapp masih jadi favorit. Besar kemungkinan aplikasi ini nantinya akan menjadi layanan inti yang dirancang untuk memasukkan pengguna mobile ke dalam ekosistem Facebook.