Teknopreneur.com – Pembatasan kuota bahan bakar minyak bersubsidi beradasarkan APBN-P 2015, yang mengakibatkan pasokan BBM berkurang disejumlah daerah tidak diikuti dengan percepatan konversi BBM ke BBG (bahan bakar gas).

Program konversi dari BBM ke BBG yang sedianya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak ini justru mengalami perlambatan.

Menurut Suryono  Direktur Industri Alat Transportasi Darat Direktorat, Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), beberapa hari yang lalu berpendapat jika program konversi BBM ke BBG tersebut pada tahun 2014 ini kemungkinan stagnan. Ia beranggapan bahwa pada APBN-P 2015 tidak ada anggaran untuk program konversi. Namun pihaknya belum mengetahui bagaimana dengan kebijakan pemerintah baru nanti.

Program konversi BBM ke BBG sendiri telah diatur dalam PP. No.64/2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan, pemerintah telah menugaskan Pertamina untuk melakukan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Gas berupa CNG (compressed natural gas).