Bensin Semakin Krisis, Alternatifnya Jadikan Kertas Koran Menjadi Biofuel

45

Teknopreneur.com – Kebijakan pembatasan penyaluran bahan bakar bersubsidi menyebabkan kelangkaan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Umum di sejumlah kota di Indonesia. Salah satunya di kota Cirebon, sudah empat hari yang lalu SPBU tutup di siang hari akibat pasokan BBM berkurang. Akibatnya banyak angkutan umum yang berhenti beroperasi, dan para pelajar terpaksa bolos ke sekolah karena tidak ada transportasi. Permasalahan tersebut perlu segera dicarikan solusi alteratif untuk memproduksi bahan bakar alternatif pengganti premium/bensin yang semakin langka di pasaran, salah satunya dengan bahan bakar biofuel.

Para peniliti dari Tulane University, New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat, menemukan cara untuk mengubah kertas koran bekas menjadi bahan bakar yang disebut biofuel seperti yang dirilis oleh Tulane Edu (NIH Innovation). DR Harshad Velankar, kepala tim peneliti menemukan bakteri dari koran bekas yakni TU-103. Di dalam pengembangannya bakteri tersebut dapat mengubah kertas koran menjadi butanol untuk menggerakkan mesin, termasuk mobil. Kemudian dengan bantuan oksigen, bakteri tersebut akan bersatu dengan material selulosa organik pada kertas, hingga menjadi bahan bakar. Keberhasilan percobaan material selulosa organik menjadi bio-butanol, membuat para ilmuwan di universitas tersebut memprediksi bahwa masa depan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil akan segera berkurang.

Bio-butanol ini sendiri bisa langsung terbakar habis, yang artinya tanpa ada gas emisi pembuangan. Hasil konversi koran menjadi bio-butanol juga secara drastis akan mengurangi jutaan ton koran dari penerbitan surat kabar di setiap harinya. Jumlah tersebut diyakini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi dalam kebutuhan bahan bakar terbarukan.

Cara kerja bio-butanol sendiri sangat mirip dengan bensin yang dapat terbakar tanpa harus mengalami adaptasi pada mesin mobil. Tenaga yang dihasilkan bio-butanol pun sangat mirip dengan bensin yakni sekitar 29,2 MJ/L, sedangkan bensin bertenaga 32 MJ/L. Sehingga bahan bakar inilah yang sangat cocok untuk mengganti bensin sebagai solusi alternatif penggantinya. Bio-butanol tersebut juga ternyata empat kali lebih baik dari etanol ketika dibandingkan dalam uji coba yang mereka lakukan.