Teknopreneur.com – Perusahaan telekomunikasi Indonesia, PT Telkom, saat ini sedang menggarap program pembentukan smart city  pada 20 kota yang ada di Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk melakukan transformasi budaya, kebiasaan, atau gaya hidup agar lebih cepat tanggap terhadap teknologi.

Perlu diketahui, proyek tersebut telah mulai dilaksanakan di kota Makassar, tepatnya senin kemarin.  Dimana Telkom merubah sistem pemerintahan kota Makassar (e-government) agar tercipta lingkungan kerja yang efektif, efisien, serta transparan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,8 juta jiwa, hampir separuh penduduk kota Makassar atau lebih dari 40% yang sudah terkoneksi dengan internet. Ini sesuai dengan program Walikota baru Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto untuk menjadikan Makassar sebagai kota pintar.

EGM Telkom Divisi Solution Convergence, Achmad Sugiarto dalam keterangan tertulisnya menyatakan,“Ini akan menjadi interaksi aktif dan cepat antara pemerintah dan warganya akan dapat mewujudkan tata kelola kota yang baik dan efisien.”

Ia juga mengatakan, Saat ini sudah ada 5 layanan aplikasi Smart City yang bisa dimanfaatkan oleh pegawai pemerintah kota maupun oleh masyarakat Makassar melalui situs http://makassartidakrantasa.com. Untuk langkah awal adalah program e-Office, dimana 137 SKPD Makassar telah saling terkoneksi sehingga memudahkan dalam tatakelola korespondensi pemerintahan.

Program kedua yang sudah dijalani adalah E-Kelurahan yang sudah digunakan di 11 Kelurahan, Kecamatan Panakukang. E-Kelurahan tentunya akan mempermudah pengelolaan administrasi data kependudukan.

Selanjutnya adalah program layanan kesehatan terpadu (e-Puskesmas) yang saling terhubung antar 10 Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Makassar. Melalui layanan tersebut pasien atau warga dapat melakukan registrasi online menggunakan NIK (Nomor Identitas Kependudukan) sebelum datang ke Puskesmas dengan tujuan memudahkan dalam memonitor data kesehatan masyarakat.

Kemudian,lewat situs makassartidakrantas.com, masyarakat dapat menyampaikan keluhan mulai dari jalan berlubang, lampu merah yang rusak, sampai pelayanan masayarakat yang tidak memuaskan dan nantinya akan ditanggapi  oleh petugas terkait. Dan terakhir ‘Kuciniki’ (Saya Melihat Anda), yang merupakan aplikasi berbasis lokasi sehingga dapat memonitor kinerja staf pemerintahan.

Achmad Sugiarto mengatakan, “implementasi Smart City di Makassar akan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menerapkan konsep kota pintar.” Di 2014, Telkom menargetkan 20 kota yang sudah di tetapkan tersebut akan mulai diimplementasikan Smart City.