Teknopreneur.com- Berdasarkan survei dari Tokopedia, bahwa pembeli online didominasi oleh perempuan dengan presentase 53,7%, sedangkan pria hanya 46,3%. Begitupula pada nilai transaksi presentase wanita sebesar 60,5% sedangkan pria 39,5%.

Untuk daerah yang paling banyak mendominasi adalah di Pulau Jawa 50,8% nilai transaksi, sedangkan untuk  Pulau Sumatera 12,66%, Pulau Kalimantan 10,04%, Pulau Sulawesi 5,46%, Jakarta 16,37% dan lainnya 5,38%. Untuk tingkat usia, terlihat pada usia 21-30 tahun dengan presentasi 50,38%,  pada usia 31-40 sebesar 30,68%, untuk usia diatas 40 tahun presentasenya sebesar 9,49% sedangkan untuk usia dibawah 20 tahun hanya 8,45%.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa pergeseran perilaku pasar di dunia yang  dulu harus bertatap lalu melalui telepon dan kini merambah ke jejaring internet. Menjadi peluang untuk bisnis online di Indonesia. Peluang itulah yang dilihat oleh  William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, CEO dan COO Tokopedia.  Dan ternyata benar, perusahaan yang didirikan bertepatan dengan HUT RI ini kini kian melebarkan sayap.

Awalnya mereka hanya memperkerjakan 4 orang pegawai namun kini sudah memiliki 100 orang pegawai. Dan kini Tokopedia sudah menjelma menjadi mall online terbesar di Indonesia.  Perjalanan menuju kesana ternyata tidak mudah ke dua orang ini harus mencari investor kesana kemari. Ide yang sudah diusung sejak tahun 2007 harus pending namun baru bisa direalisasikan di tahun 2009 lantaran terhambat dana.

Tokopedia sendiri bukanlah e-commerce namun merupakan wadah bagi para e-commerce untuk menjualkan produknya. Dan hingga di tahun ke lima ini Tokopedia tetap berkomitmen untuk gratis dan bebas komisi transaksi. Gratis bukan berarti tidak mendapatkan keuntungan, untuk tahun ini omzet yang dihasilkan oleh Tokopedia sudah mencapai 200kali lipat dari tahun sebelumnya. Ini berasal dari investor yang percaya menanamkan modal di mall online terbesar di Indonesia ini.