Teknopreneur.com – Pengguna kartu elektronik untuk alat tranportasi transjakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ditandai dengan jumlah pengguna saat ini telah mencapai 47% dari sekitar 320-350ribu penumpang per hari.

Pada Hari ini, pembelian kartu elektronik telah mengalami perubahan harga menjadi Rp40ribu dengan saldo sebesar Rp20ribu. Harga tersebut naik 2 kali lipat dari harga sebelumnya, yakni Rp20ribu atau  bisa dikatakan kartu tersebut seperti diberikan cuma-cuma dan hanya membeli saldo saja.

Penerapan tiket elektronik itu sendiri, saat ini sudah tersedia di koridor 1 jurusan (Blok M-Kota) dan sebelas halte lainnya. Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Kosasih menyatakan,“Kita akan terapkan di koridor 9, targetnya sekitar September. Setelah itu bertahap akan buat e-ticket di  per koridor.”

Rencananya semua koridor busway akan menggunakan sistem e-ticketing yang diperkirakan akan selesai pengerjaannya pada januari 2015. Akan tetapi, tentunya hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, sebab perlu adanya dukungan jaringan yang terpasang di setiap koridor.

Kemudian Ia menambahkan,“Kami juga perlu kerjasama jaringan, karena memang belum semua koridor busway ada jaringan fiber optic. Karena e-ticket itu kan pakai jaringan data, begitu kartu ditempelkan aktifitas yang terjadi itu pintu terbuka, masukan data, dan transaksi bank.”

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna e-ticketing, maka akan semakin banyak pula jumlah transaksi yang akan dihasilkan. Tentunya hal tersebut akan membantu program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), guna mengurangi penggunaan uang tunai dalam bertransaksi.