Teknopreneur.com – Dalam tiga tahun terakhir Permintaan layanan  komputasi awan di Indonesia saat ini semakin meningkat. Nilai pasar komputasi awan di Tanah Air tahun 2014 ditaksir akan naik hingga 50% atau sekitar Rp5,4triliun dari tahun sebelumnya. 

Menurut laporan Cisco Global Cloud Index, jumlah lalu lintas data center yang akan diolah pada tahun 2017 diprediksi akan mencapai lebih dari 7,7zettabyte. Hal ini, membuat para perusahaan penyedia layanan cloud computing berlomba-lomba untuk memasuki pasar indonesia.

CA Nimsoft Monitor mencoba untuk memberikan solusi berupa sistem pengawasan data secara menyeluruh sehingga memberikan layanan komputasi berbasis awan yang aman.  Berdasarkan data CA technologies, dalam rata-rata tingkat pertumbuhan gabungan (Compound Annual Growth Rate) diperkirakan jumlah pengadopsian internet di Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 48%.

Mereka menawarkan para pelanggannya yang ada di Indonesia, dalam membantu memastikan tersedia kebutuhan infrastruktur inti, seperti perangkat jaringan, server, database, sampai software atau aplikasi. Dengan mitranya PT CA Solusi Teknologi dan PT Sentra Inovasi Solusi, mereka telah menempatkan infrastruktur sebagai penunjang layanan cloud computing yang mereka tawarkan di seluruh Indonesia.

Vice President Enterprise Management Asia Pacific and Japan, CA Technologies, Stephen Miles dalam release mengatakan,”Tuntutan bisnis yang berkembang pesat meningkatkan kompleksifitas infrastruktur TI dan mendorong kebutuhan bagi perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih baik lagi dalam ketersediaan infrastruktur komputasi awan mereka. Dengan CA Nimsoft Monitor, penyedia layanan managed service seperti CBNCloud dapat mengurangi biaya TI. Dan semoga dapat menyediakan layanan terbaik yang membantu pelanggan mendapatkan nilai maksimal dari investasi TI mereka.”