Teknopreneur.com – Melihat keadaan bahwa energi fosil kian hari kian berkurang stok cadanganya didalam peut bumi, untuk memenuhi kebutuhan enegi jelas Renewable Energi atau energi tebarukan mutlak diperlukan. Dalam hal ini, The Colombia River mencoba menawakan model baru dalam mengoptimalkan tenaga air. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di sana menghasilkan lebih dai 20.000 megawat.

Seperti yang dilansir di halaman www.renewableenergyworld.com beberapa peneliti di Fraunhofe Institute of Optonics, sedang mengembangkan teknologi informasi untuk membuat PLTA yang lebih efisien. Sistem Advanced Tecnology (AST) menciptakan simulasi dan model yang menggabungkan faktor eksternal sepeti; data cuaca, tingkat air, infrastuktur, dalam mengoptimalkan fasilitas oprasional.

Paa peneliti bekejasama dengan perusahaan Deltaser (Salah satu opeator PLTA terbesar didunia) untuk sebuah agenda besar. The Bonneville Power Administration (BPA) di barat laut Amerika Serikat menjalankan sistem bendungan yang kompleks dan luas di lembah Sungai Columbia yang secara kolektif menghasilkan sekitar 22.000 megawatt (MW). Ini lebih dari lima kali output di Jerman, yang mengoperasikan beberapa pembangkit listrik tenaga air pada 7500 sungai dan danau yang hanya menghasilkan 4300 MW.

Bersama dengan Deltares, peneliti pada proyek HyPROM telah mengembangkan simulasi dan optimasi model yang berfungsi  menjamin kemungkinan operasi terbaik dari sistem bendungan BPA berdasarkan parameter yang telah ditetapkan; tingkat curah hujan, volume dan kecepatan air, belum lagi faktor iklim umum. Pada saat yang sama, peraturan tentang perlindungan ikan, pengendalian banjir atau pedoman lingkungan harus diakomodasi.