Teknopreneur.com – Berbicara mengenai sampah plastik sepertinya tak akan pernah selesai jika tak tahu apa solusinya. Waste petrolisis merupakan salah satu solusi bagi melimpahnya sampah plastik di Indonesia. Alat yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak dan gas ini membutuhkan 1,3-1,5 kg sampah plastik untuk menghasilkan 1 liter bahan bakar minyak dengan proses selama 40-60 menit.

Semua jenis plastik bisa diolah waste petrolisis. Hanya saja untuk memperoleh kualitas minyak terbaik (berwarna jernih) maka plastik yang digunakan adalah plastik kemasan air minum gelas. namun jangan khawatir plastik jenis apapun akan menghasilkan kualitas dan kapasitas pembakaran yang sama untuk dimanfaatkan untuk memasak (menggunakan kompor sumbu atau kompor jos), untuk penerangan (petromax) dan pembakaran lainnya.

Namun Bagus menganjurkan plastik yang  dipakai adalah sampah plastik kantong plastik (warna apa saja) menimbang sampah plastik jenis ini tidak memiliki nilai di pengepul, sehingga bisa mengurangi jenis plastik ini.

Ke depan Bagus dan Agi bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) akan mengembangkan waste petrolisis agar dapat menghasilkan bahan bakar berupa gas.

“Rencananya  saya akan membuat gas tersebut bisa digunakan untuk memasak selayaknya gas lpg,” ucap Bagus.