Teknopreneur.com – Kebutuhan energi,  khususnya energi listrik merupakan kebutuhan primer diseluruh dunia. Tidak sedikit yang menggunakan ‘tenaga konvencional’ (batu bara, minyak bumi dan gas alam) untuk menghasilkan listrik yang sudah terlihat jelas dampaknya terhadap lingkungan. Energi terbarukan dalam hal ini perlu, salah satunya dengan Micro-Girds: Solusi sederhana untuk kebutuhan listrik.

Micro-Grids adalah sistem listrik yang mencakup beberapa beban dan sumber daya energi terdistribusi yang dapat dioperasikan secara paralel dengan jaringan utilitas yang lebih luas atau sebagai pulau listrik. Biasanya suatu Negara menghasilkan listrik di fasilitas terpusat; seperti bahan bakar fosil, PLTA,PLTN,PLTS. Akan tetapi, mengirimkan listrik jarak jauh dapat secara negative mempengaruhi lingkungan. Maka dari itu perlu sistem pembangkit listrik yang terdistribusi.

Selain itu, dibeberapa tempat di penjuru dunia dengan energy fosil memungkinkan terjadinya pemadaman listrik yang berskala, orang – orang pastinya ingin menghindari dari pemadaman listrik ini. Micro- Girds muncul sebagai teknologi yang sederhana dan fleksibel yang akan membantu meningkatkan sistem tenaga – meningkatkan kehandalan dalam distribusi listrik yang memungkinkan penggabungan sumber terbarukan.

Negara – Negara di Afrika, dan di Negara – Negara berkembang lainnya mulai melirik sistem ini sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat, karna bisa dipakai di rumah, sekolah, instansi dan Universitas dengan sistem Modem. Negara – Negara maju pun mulai menyelenggarakan kommpetisi untuk lebih mengembangkan sistem tersebut.