Teknopreneur.com – Perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini, menumbuhkan tindak kejahatan baru dalam bidang teknologi atau cyber crime. Belakangan ini, banyak terjadi peristiwa pembajakan password baik dari kalangan orang populer, perusahaan besar maupun orang biasa.

Ini terjadi karena semakin banyak bermunculan kelompok peretas (hacker) yang ingin mencuri data milik korban untuk kepentingan pribadi ataupun permintaan dari pihak tertentu. Berdasarkan data dari perusahaan Hold Security, sebanyak 1,2 miliar nama akun dan password serta lebih dari 500 juta alamat email telah dicuri oleh hacker asal Rusia yang dijuluki CyberVor ini.

Hal tersebut menunjukkan tindak pelanggaran terbesar yang terjadi sepanjang sejarah. Dikabarkan hacker tersebut mencuri data dari 420.000 web perusahaan besar dan juga perusahaan pribadi dari berbagai negara.

Seperti yang tertulis dalam laporannya, Hold Security menyatakan,”Sasaran mereka tidak hanya perusahaan besar, tetapi setiap situs yang dikunjungi bisa jadi korban.” Mereka menyatakan, perlu waktu yang cukup lama untuk meneliti pencurian ini. Diperkirakan, sekitar tujuh bulan aktivitas kelompok peretas tersebut baru terbongkar.

Adapun aksi hacker tersebut dilakukan terhadap beberapa database, seperti sosmed, e-mail, dan situs web baik perusahaan maupun pribadi dengan mengirimkan program berbahaya (malware) ataupun pesan sampah (spam) kepada korban. Kemudian mereka juga dapat melakukan penipuan secara online lewat program botnet.

Dengan semakin maraknya tindak pembajakan tersebut, tentunya menimbulkan rasa ketidaknyamanan apabila menyimpan file penting didalam komputer. Untuk itu, sebaiknya Anda harus memastikan terlebih dahulu file yang akan disimpan dilindungi oleh software pengaman data yang canggih ataupun menggunakan jasa perusahaan penyedia pengamanan data.