Teknopreneur.com – “Kita sedang konsolidasi bisnis WiFi. Tadinya kita fokus ingin ke ritel, tetapi sepertinya berlawanan dengan pakem di luar negeri. Di sana lebih ke wholesale,” ucap Direktur Enterprise and Business Services Telkom Muhammad Awaluddin

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah konsolidasi bisnis WiFi dalam menata infrastruktur agar siap menjalankan offloading trafik. Bukan hanya akses yang berasal dari Telkom Grup, melainkan juga penyewa access point lainnya.
 
“Sementara konsolidasi berjalan, kita terus mainkan program IndiSchool. Sekarang sudah ada 22 ribu sekolah bergabung. Kita terus belajar di IndiSchool ini,” ujarnya.

Sebagaimana yang telah diketahui, pada 2013 Telkom telah menargetkan akan membangun sekitar sejuta titik WiFi dan di 2015 diharapkan sebanyak 10 juta WiFi milik BUMN itu dapat menyelimuti seluruh wilayah Indonesia. Program Indonesia Digital School (IndiSchool) termasuk salah satu dari penyediaan WiFi tersebut.

Pada akhir 2013, Bakrie Telkom bekerja sama dengan WiFi. untuk penyediaan akses internet di Jakarta. Ini merupakan langkah awal pembukaan Service Set Identifier (SSID) WiFi@id bagi pengguna non Telkom Grup. Wifi@id dapat di akses melalui 4 produk Telkom, yaitu melalui Telkomsel, Flexi, Speedy dan Speedy Instan Card.

Hal tersebut menjadi penting untuk dicermati dengan adanya model bisnis WiFi Indonesia yang berubah. Sehingga menjadi pertanyaan, apakah nasib dari IndiSchool akan berakhir dan berubah arah?

Pasalnya,  Awaluddin pernah menyatakan untuk mengembangkan IndiSchool  melalui  3C yakni Connectivity, Content, dan Community. Dimana salah satunya adalah  membangun  education cloud (Edu-Cloud) yang sifatnya public cloud dengan menyediakan fasilitas WiFi yang saat ini sudah terdaftar dalam program IndiSchool.