Teknopreneur.com – Musim kemarau merupakan salah satu musim yang dimiliki di Indonesia, biasanya banyak daerah yang mengalami kekeringan pada saat musim tersebut. Pada tahun 2013 lalu, daerah di Jawa Timur, dan beberapa daerah di Jawa Tengah mengalami kekeringan yang cukup menghebohkan. Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencoba memeberikan solusi dengan membuat sebuah inovasi produk yang dapat memeberikan informasi mengenai lokasi atau daerah yang rawan kekeringan.

Alat tersebut menggunakan sistem android dalam pengoperasiaanya ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi tersebut. Kepala BMKG, Andi Eka Sakya mengungkapkan,“Ini perlu disosialisasikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi di mana pun mereka berada.”

Ia menambahkan, program informasi tersebut dapat diunduh di android play store baik melalui komputer tablet ataupun smartphone. BMKG sejak lama telah melakukan pengamatan meteorologi dan kini menghasilkan beberapa program informasi yang dapat diakses oleh publik.

Peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) ke-67 menjadi momen yang dirasa tepat untuk memperkenalkan program informasi tersebut. Pemilihan hari jadi MKG didasarkan pada sejarah perkembangan kelembagaan meteorologi, klimatologi dan geofisika sejak 1866 hingga 2012.

Pada era 1947 tepatnya 21 Juli terdapat peristiwa penting yaitu pengambilalihan dan penggantian nama jawatan meteorologi dan geofisika oleh pemerintah Belanda dengan nama Meteologisch En Geofisiche Dients di bawah Departemen Verkeer En Water Staat. Saat itu, terdapat Djawatan atau publikasi keilmuan mengenai Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan Pemerintahan RI sehingga digunakan sebagai dasar hasil MKG nasional. 

Maka dari itu, tanggal 21 Juli ditetapkan BMKG untuk pertama kali memperkenalkan program informasi mengenai daerah atau lokasi kekeringan. Langkah tersebut tentunya, juga dijadikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan terhadap masyarkat agar dapat dengan mudah mengakses informasi tersebut.

Diharapkan dengan adanya program informasi daerah kekeringan ini, diharapakan masyarakat lebih bijak lagi dalam menggunakan air.  Kemudian dapat dengan segera mencari solusi untuk mengatisipasi datangnya musim kemarau yang kerap kali melanda daerahnya.