Teknopreneur.com- Seiring maraknya video beresolusi 4K atau video dengan resolusi sangat tinggi, yang mampu merekam video resolusi 4x lebih detil dari video HD biasa. Akamai ikut meriset kesiapan masing-masing negara di Asia Pasifik untuk menonton streaming video 4K, dengan batasan kecepatan internet minimal 15 Mbps.

Video 4K sendiri hadir karena banyaknya orang yang merasa kurang puas dengan kualitas video full HD. Di luar negeri bahkan tayangan full HD menjadi hal yang umum akibat tuntutan kebutuhan peningkatan video full HD. Bayangkan! Kehebatan video 4K ini, bahwa setiap satu detik sensor kamera itu akan memberikan keluaran gambar yang resolusinya 8 MP sebanyak 25 gambar setiap detiknya. Cukup rekam video beberapa detik, maka Anda sudah memiliki  berbagai foto beresolusi 8 MP.

Akamai menjelaskan bahwa peringkat yang disajikan ini tidaklah menentukan siapa yang dapat dan tidak dapat melihat konten 4K. Melainkan mewakili negara/daerah yang memiliki konsentrasi konektivitas yang lebih tinggi dalam melihat video 4K, sebagai pelengkap informasi tentang kualitas saat streaming konten 4K.

Hasil riset menunjukkan Ada tingkat keragaman kesiapan 4K dalam survei negara kawasan Asia Pasifik. Korea Selatan jelas memimpin Asia Pasifik dan dunia, dengan 60% dari koneksi dengan kecepatan di atas 15 Mbps. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding Jepang dan Hong Kong, dan empat kali lipat dibanding Taiwan.

Enam negara lainnya (Singapura, Australia, New Zealand, Thailand) masuk dalam tingkat kesiapan kurang dari10%, sementara dua negara lainnya (India dan Cina) memiliki kurang dari 1%. Ada empat negara yang tidak memperlihatkan koneksi  cukup yaitu kurang dari 1% dari koneksi yang dapat dianggap siap. Sayangnya, Indonesia masuk dalam kategori ini, tingkat kesiapan Indonesia ternyata hanya 0,1 persen. Ya, sepertinya Indonesia harus bersabar dulu untuk menonton streaming video kualitas jempolan ini.