Teknopreneur.com – Pada hukum kedua termodinamika menjelaskan bahwa tidak mungkin ada proses yang hasilnya hanya memindahkan panas dari benda yang lebih dingin ke benda yang lebih panas.

Seperti halnya cara kerja mesin kalor, tinjauan hukum kedua termodinamika rumusan Kelvin dan Planck tentang mesin kalor menyebutkan tidak mungkin bagi sebuah mesin panas yang bekerja secara siklis untuk tidak menghasilkan efek lain selain menyerap panas dari suatu tendon dan melakukan sejumlah usaha-usaha yang ekivalen.

Penyertaan kata ‘siklis’ mengambil alih rumusan. Alasannya, Probabilitas bisa saja terjadi atas dasar mengubah panas seluruhnya menjadi usaha dalam proses yang non siklus.

Berbeda dengan sistem kerja lemari es, lemari es yang merupakan mesin kalor ini memiliki cara kerja yang terbalik. Lemari es mengambil panas dari wadah dingin. Selanjutnya kompresornya memberikan input usaha mekanik sehingga kemungkinan panas dibuang ke wadah panasnya yaitu lingkungan sekitarnya.

Hal tersebut menyebabkan panas yang tidak dimanfaatkan menjadi residu. Maka, mesin atau pompa kalor saat ini seharusnya memanfaatkan sisa-sisa panas buang tersebut.

Menurut REN 21, pompa kalor yang memenuhi kebutuhan pemanas, pendingin dan air panas untuk pemukiman, perdagangan, dan industri saat ini pun sudah memanfaatkan limbah air, limbah panas industri dan gedung.

Energi keluaran pompa kalor tersebut juga merupakan sebagian energi terbarukan dari energi final. Jadi rasio yang diberikan pada model energi masukan dan keluaran pada pompa kalor harus 4:1. Berarti, pompa kalor mengirimkan empat unit energi final untuk setiap satu unit energi yang dikonsumsi, yang juga dikenal dengan 4 kinerja yang koefisien atau coefficient of performance (COP).

Di Eropa, perkembangan pompa kalor sudah begitu pesat. Pada Renewable 2014 Global Status Report, sekitar 0,75 juta unit pompa air terjual pada tahun 2012, dengan 86% didominasi oleh pompa panas sumber daya udara.

Di Denmark sudah menyerap pompa kalor untuk sektor pemanas sebesar 12,5 MW yang berada di Sonderborg. Sementara itu di Inggris, Star Refrigeration membuka 14 MW sistem pompa air hidrotermal menggunakan air laut di Kota Drammen pada awal 2014.