Pada data Renewable 2014 Global Status Report menyebutkan bahwa Sumber daya panas bumi memenuhi kebutuhan energi global dalam bentuk listrik, pemanas dan pendingin dengan jumlah totalnya 600 PJ (167 TWh) di tahun 2013. Sekurang-kurangnya 530 MW kapasitas panas bumi baru didayagunakan pada tahun yang sama.

Total panas bumi global menjadi 12 GW dengan pembangkitnya diperkirakan 76 TWh per tahun. Negara-negara yang merepresentasikan penambahan baru panas bumi seperti Selandia Baru, Turki, Amerika Serikat, Kenya, Meksiko, Filipina, Jerman, Italia, dan Austria.

Di akhir tahun yang sama, Indonesia meraih peringkat ketiga untuk kategori kapasitas pembangkit tenaga panas bumi sebesar 1,3 GW menurut REN 21. Sementara Amerika Serikat berada di peringkat tertinggi mengungguli Filipina mencapai 3,4 GW. Filipina yang memiliki kapasitas pembangkit panas bumi 1,9 bumi sedangkan Meksiko hanya mampu memperoleh 1,0 GW.

Negara-negara yang mampu menambah kapasitas pembangkit di akhir tahun seperti Italia memiliki 0,9 GW setara dengan Selandia Baru, Islandia pada 0,7 GW dan Jepang menduduki peringkat delapan sebanyak 0,5 GW.