Teknopreneur.com – Data yang disajikan dalam Renewable 2014 Global Status Report, 2013, jumlah biomassa dari total permintaan energi global sebesar 10% atau diestimasikan 56,6 EJ. Pemakaian biomassa untuk energi mencakup suplai penghangat gedung dan industri dalam hitungan 13 EJ.

Lainnya 5 EJ dikonversikan untuk memproduksi 116 miliar liter bahan bakar nabati yang 60% nya berasal dari biomassa konvesional dan terakhir sebesar 405 TWh digunakan untuk pasokan listrik atau diasumsikan sekitar 30% dari total biomassa.

Biomassa primer tersebut digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi dunia rata-rata berasal dari nabati padat meliputi arang, kayu bakar, sisa tumbuh-tumbuhan yang didominasi untuk memasak dan menghangatkan, sampah organik padat kota (MSW), pelet kayu dan chip kayu yang pasokannya sangat besar.

Dalam hal pelet kayu, Uni Eropa disebutkan bahwa penduduknya mengonsumsi paling banyak, kira-kira lebih dari 15 juta ton di tahun 2013. Penggunaan pelet kayu pun terus meningkat hingga 1 juta ton sejak tahun 2010 sebanding dengan permintaan yang terus bertambah dari tahun ke tahun di negara-negara yang memiliki empat musim tersebut.

Pelet kayu lebih banyak digunakan sebagai penghangat juga di negara Amerika Utara seperti Amerika Serikat. Tidak mengherankan AS menjadi pasar terbesar untuk konsumsi pelet kayu.