Teknopreneur.com – Kebutuhan akan ruang penyimpanan data yang besar, tentunya menjadi keperluan yang medasar bagi perusahaan yang memiliki segudang data. Hal ini, membuat para vendor melakukan inovasi produk demi memenuhi kebutuhan konsumen.

Untuk itu, Huawei mencoba menawarkan kepada para konsumen khususnya perusahaan enterprise  dengan data transaksi yang begitu banyak, seperti bank, supermarket, dll. Tentunya, perusahaan jual beli online yang jumlah transaksinya luar biasa banyak, juga termasuk.

Sebagai contoh, Alibaba.com yang merupakan perusahaan manufaktur juga sekaligus menyediakan layanan jual beli online ini, tiap harinya memiliki data transaksi dalam jumlah besar. Alibaba.com adalah salah satu perusahaan yang menggunakan produk inovasi buatan Huawei untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan  data sebagai pusat data.

Di China, per tanggal 11 November menjadi sebuah perayaan layaknya hari valentine, yang pada hari tersebut biasanya pasangan kekasih di China saling memberikan hadiah dan kebanyakan mereka lakukan transaksi lewat Alibaba.com. Tanpa diduga, transaksi yang terjadi membuat rekor baru, transaksi yang sebelumnya 35juta menjadi 171juta order hanya dalam satu hari.

Dalam satu acara Huawei kemarin, Head of Technical Solution PT Huawei Enterprise Business Department, Lance Zhao menyatakan,“Dengan tingginya jumlah transaksi tersebut dibutuhkan big cloud data center (pusat data besar berbasis cloud) untuk menampung data yang begitu banyak, tentunya harus realibility (sangat andal).” Ia juga menyatakan bahwa produk ini bisa dibilang paket lengkap data center karena semua sudah dalam satu box dan begitu juga ruang server, sehingga tidak memerlukan ruangan khusus.

Selain itu, produk ini juga memiliki sistem konfigurasi,  dimana data center yang satu dengan lainnya dapat terkoneksi. Hal ini tentunya, sangat mendukung bagi perusahaan yang memiliki cabang banyak dengan source IT yang sedikit.

Kemudian ia menambahkan, sebelumnya kami bermain untuk konsumer dan bekerja sama dengan perusahaan Telco Indonesia, sekarang kami melihat potensi enterprise di Indonesia. “Untuk saat ini, di Indonesia sendiri customer data center baru mencapai 10-18%, kami yakin dalam 5 tahun ke depan akan menjadi tren teknologi di Indonesia,” tutup Lanche Zhao.