Teknopreneur.com – Tahun 2014, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan mengonsumsi bahan bakar minyak sebanyak 6,4 juta kl. Sementara semester lalu, PLN menghabiskan BBM sebesar 3,2 juta kiloliter (kl).

Apabila dibandingkan konsumsi BBM tahun 2013 dan 2012, PLN masih menggunakan BBM dalam takaran yang banyak yakni 2013 sejumlah 7 juta kl dan 2012 PLN mengonsumsi sebesar 8,2 juta kl.

Mendukung program PLN, Kementerian ESDM mencanangkan program peralihan penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar nabati (BBN) juga termaktub pada Peraturan Menteri ESDM No. 25/2013.

Dadan Kusdiana, Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE mengemukakan,”tahun ini dilaksanakan program B20 yang merupakan kelanjutan program B10″.

Dadan Kusdiana melanjutkan,”ditargetkan penyerapan BBN bisa mencapai 4 juta kiloliter”. Target sekarang memang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun lalu. Pada tahun 2013 sendiri produksi BBN sebanyak 1,07 juta kl dan pada tahun 2012 BBN diproduksi sebesar 669.000 kl.

Tahun ini, Kementerian ESDM mewajibkan PLN memakai campuran BBN untuk pembangkit sebanyak 20% atau naik dari tahun lalu sekitar 7,5%.

Sama halnya dengan PLN, Pertamina siap menjalankan kebijakan B20. Seperti yang disebutkan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero),”Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait dengan kandungan nabati yang harus dinaikkan menjadi 20% dari 10% pada tahun lalu”.

Saat ini, guna realisasi, Pertamina masih melakukan lelang pengadaan BBN tahap ketiga dari kebutuhan BBN nasional sebesar 2,6-2,7 juta kl. Lelang tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sampai di Indonesia Timur. Rencananya, program B20 ini bisa memperoleh efisiensi negara sekitar USD6 miliar.