Teknopreneur.com – Dalam usianya yang ke-50, BTPN mulai serius menjalani unit usahanya di perbankan syariah. Berawal akuisisi dari Bank PurbaDanarta, yang kemudian dilanjutkan dengan unit usahanya di bidang perbankan syariah yang merupakan program terbaru Bank BTPN saat ini.

Adapun tujuan dari program Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) ini adalah untuk melayani nasabah yang ingin mengikuti syariah islam dalam menyimpan uang. Dengan jumlah nasabah perbankan syariah yang semakin meningkat, maka pelayanan pun harus ditingkatkan.

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini, BTPN Syariah kini telah mengimplementasikan sistem core banking yang bekerja sama dengan Anabatic Technologies. Sistem ini sendiri diperkirakan akan mulai beroperasi pada minggu ini.

Direktur Utama Anabatic Technologies, Handojo Sutjipto mengatakan, “Sebelumnya, Bank PurbaDanarta pada tahun 2008 merupakan yang pertama dari sepuluh referensi proyek mission-critical Anabatic Technologies menggunakan sistem core banking Temenos T24 di Indonesia. Kami turut senang dengan ekspansi yang dilakukan oleh Bank PurbaDanarta dengan bergabung ke BTPN Syariah

Sistem core banking ini merupakan bagian solusi dari Temenos T24 yang merupakan perusahaan penyedia platform untuk mendukung sistem inti operasi perbankan khususnya perbankan syariah. Keunggulan dari penerapan sistem core banking ini adalah untuk membantu Bank BTPN Syariah lebih fokus lagi  dalam mengawal pertumbuhan bisnisnya, menaganalisis risiko, dan mengontrol biaya. Sistem core banking ini diawali dengan pelaksanaan proyek mission critical dan stategis, baik dari pihak BTPN Syariah sendiri maupun dari Anabatic.

Dengan perencanaan program strategis dari kedua pihak tersebut, tentunya akan saling mengenal dan mempererat kerjasama diantara mereka. Ini terlihat, dengan adanya kerjasama  yang baik antara BTPN Syariah dengan Anabatic  bersama Temenos, sehingga berhasil memenuhi persyaratan dari BI (Bank Indonesia) sebagai bank sentral dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk dapat lolos pada  tahap awal pengoperasian.

Handojo Sutjipto menambahkan,“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap mendapatkan kesuksesan serta dapat memperluas bisnis perbankan syariah secara agresif. Sehingga pada akhirnya, dapat memenuhi visi Indonesia sebagai pusat regional untuk perbankan syariah.”