Teknopreneur.com – Indonesia memiliki banyak potensi energi terbarukan seperti tenaga air termasuk minihidro, panas bumi, biomasa, angin dan surya. Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa juga sangatlah menguntungkan sehingga Indonesia mempunyai sumber energi surya yang berlimpah.

Dikutip oleh Irawan Raharjo dan Ira Fitriana dalam “Analisis Potensi Pembangkit Listrik di Indonesia”, intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4,8 kWh/m2 per hari di seluruh wilayah Indonesia. Maka Indonesia merupakan ladang yang subur untuk menerapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pada laporan tersebut juga disebutkan bahwa walaupun pemanfaatan PLTS sendiri masih belum optimal, tetapi sudah banyak dimanfaatkan pada perumahan atau sering disebut Solar Home System (SHS), pompa air, televisi, komunikasi, dan lemari pendingin di beberapa wilayah Indonesia.

Pengamat kelistrikan, Fabby Tumiwa juga turut mengimbuhkan, “Bali sudah memiliki PLTS terbesar di Indonesia”.

Di sisi lain, sesuai hasil model MARKAL dari kasus dasar dan PVCOST, Indonesia menginvestasikan PLTS sebesar USD1650 per kW pada tahun 2010 menunjukkan pembangkit listrik ini sudah bisa bersaing dengan pembangkit listrik lainnya.

Nilai investasi tersebut sudah menjangkau wilayah-wilayah Indonesia bagian Timur. Contohnya, Nusa Tenggara sudah bisa memanfaatkan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik pada tahun 2010. Tahun 2015, Maluku tidak ketinggalan juga bisa memanfaatkan tenaga surya untuk pasokan listrik.