Teknopreneur.com – Layanan penyimpanan file berbasis cloud memang telah lama populer di kalangan masyarakat pengguna internet, tetapi bukan berarti terhindar dari kejahatan cyber. Justru jaminan keamanan layanan tersebut kini dibayang-bayangi oleh sejumlah risiko.

Banyak orang yang menyimpan data yang sifatnya private atau pribadi dengan menggunakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Padahal ada juga orang yang juga menggunakan layanan penyimpanan cloud tersebut yang memiliki tujuan yang lain bahkan menyimpang dari prinsip awal perancangan teknologi sehingga menimbulkan hal negatif.

Dikarenakan pengguna akan mendapatkan sekumpulan instruksi dalam menggunakan layanan tersebut sehingga secara efektif dapat dikontrol ataupun dipantau dari jarak jauh.  Dengan instruksi tersebut pengguna malah memberikan celah bagi penjahat cyber untuk mengeksploitasi data si pengguna.

Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah para penjahat siber mendapatkan kontrol atas laptop karyawan melalui aplikasi Dropbox yang diinstal. Jika dokumen yang terinfeksi ditempatkan dalam aplikasi penyimpanan awan, secara otomatis akan menyalinnya ke semua perangkat yang terhubung ke jaringan perusahaan yang menjalankan layanan yang sama, tanpa terkecuali.

Inilah sebabnya mengapa para ahli Kaspersky Lab memutuskan untuk mencari tahu apakah penjahat siber benar-benar menggunakan fitur ini untuk mendistribusikan malware. Setelah mengumpulkan data dari para pengguna Kaspersky Lab, bahwa ada sekitar 30% komputer rumah ditemukan folder cloud malware melalui mekanisme sinkronisasi sedangkan untuk pengguna perusahaan, angkanya mencapai 50%.

Senior Research Developer at Kaspersky Lab, Kirill Kruglov menyatakan,“Statistik telah menunjukkan bahwa risiko jaringan perusahaan terinfeksi melalui penyimpanan awan saat ini relatif rendah,. Namun, harus diingat bahwa, satu komputer yang terinfeksi dapat menyebabkan wabah yang melanda seluruh jaringan dan menyebabkan kerusakan yang signifikan.”

Sebuah rekomendasi Kaspersky Lab merekomendasikan administrator untuk menggunakan sistem keamanan yang berfungsi penuh yang memiliki fitur perlindungan heuristik dan perilaku antivirus eksploitasi kerentanan terhadap setiap workstation pada jaringan. Kontrol Aplikasi akan melindungi jaringan perusahaan terhadap serangan file penyimpanan berbasis cloud, tanpa mengganggu kerja normal pengguna.