Teknopreneur.com – Hasil survei Accenture (ACN) menunjukkan, lebih dari 70 persen pengguna energi di dunia tertarik untuk menggabungkan persediaan dan layanan listrik, gas, dan air melalui satu penyedia energi ketimbang melalui beragam penyedia khusus.

Sementara di Indonesia, angka ini mencapai 90 persen. Di masa mendatang, penyedia layanan energi baru seperti panel surya, rumah terkoneksi, charging kendaraan bermotor, pemeliharaan rumah, dan cadangan energi akan menyatu dengan penyedia listrik, gas dan air.

Hal ini merupakan kesempatan bagi perusahaan penyedia jasa energi untuk memanfaatkan peluang pengembangan produk, sekaligus melakukan pemantauan dan pengendalian layanan terpadu.

Minat penduduk Indonesia sendiri pada panel surya juga rumah terkoneksi bisa meningkat dari 12 persen menjadi 83 persen dalam lima tahun ke depan.

Akan tetapi, “67 persen dari survei yang dilakukan pada 500 responden yang tersebar di wilayah Indonesia, pengguna energi menginginkan pelayanan jasa ini dilakukan oleh satu penyedia yakni pemerintah ,”jelas Hamidjojo, Technology Managing Director Accenture di Jakarta, Selasa (15/7).

Masyarakat Indonesia mempercayakan penyedia energi dalam hal ini PLN sebagai perusahaan milik pemerintah. Faktanya, 67 persen pengguna Indonesia percaya bahwa penyedia energi ini bisa membantu mereka untuk mengurangi tagihan biaya energi dan hanya 28 persen pengguna yang menerima penyebab kenaikan harga yang terjadi beberapa saat yang lalu.