Teknopreneur.com– Selama kuartal pertama 2014, Akamai mengamati lalu lintas serangan cyber yang berasal dari 194 negara/wilayah, data ini memperlihatkan ada 10 negara yang menjadi sumber serangan cyber berbasis alamat IP terbesar di dunia.

Negara dengan peringkat pertama yang bertanggung jawab dalam serangan cyber adalah Cina. Negeri tirai bambu ini sekali lagi berada di tempat pertama, bertanggung jawab atas 41% dari serangan cyber dunia. Turun sedikit dari periode sebelumnya. Amerika berada di urutan kedua dengan 11%. Tingkat lalu lintas serangan ini menurun 8% dari akhir tahun 2013. Sementara Indonesia menempati posisi ketiga, bertanggung jawab untuk hampir 7% serangan, naik dari tahun sebelumnya.

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara satu-satunya yang masuk daftar. Mengalahkan India dan Korea Selatan di kawasan Asia Pasifik. Menurut Akamai target serangan cyber Indonesia adalah situs yang memiliki Port 443 (SSL/HTTPS). Serangan ini kemungkinan mencari aplikasi berbasis web dengan kerentanan yang diketahui dapat dimanfaatkan. Selain itu, Port 80 (HTTP/WWW) menjadi target kedua yang paling diincar di Indonesia.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 36,6 juta insiden hacking yang dilancarkan ke pemerintah dan swasta. Tahun lalu, sekelompok hacker “Anonymous Indonesia” berhasil meretas 12 web milik pemerintah. Maraknya lalu lintas serangan cyber ini, memaksa pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI akan membangun pusat pertahanan Cyber atau Cyber Defence.

Pembangunan pertahanan cyber ini akan melibatkan tiga angkatan yaitu TNI angkatan darat, TNI angkatan laut, dan TNI angkatan udara. Sementara Kemkominfo akan membantu tata kelola, infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusianya.