Teknopreneur.com – Indonesia baru saja merayakan perta demokrasi lima tahunan untuk menentukan pemimpin baru. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum secara resmi menyampaikan hasil perhitungan suara, namun calon presiden nomor urut dua diunggulkan sebagai kandidat yang terpilih memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Minimnya isu pengembangan Iptek yang di usung kedua calon dalam visi dan misinya mendapat perhatian dari Kepala Bidang Kelembagaan Iptek Kementrian riset dan Teknologi, Dedy Saputra. Ia menilai, kondisi Iptek di Indonesia berad pada titik nadir. Padahal, menurutnya kemajuan Iptek sebuah Negara sangat berpengaruh terhadap perkembangan Negara tersebut di masa yang akan datang.

Dalam opnininya yang diterbitkan oleh Kemenristek pada (2/7), Dedi berpendapat bahwa isu Iptek sangat penting dibahas. Ia menilai, suatu bangsa akan efektif memanfaatkan sumber daya yang dimiliki apabilan Ipteknya berkembang. Hal ini tentu akan member kontribusi pada berbagai sector, seperti ekonomi dan pertanian.

Ia berharap, presiden terpilih nantianya dapat memperhatikan perkembangan Iptek di Indonesia. Ia menilai, sudah saatnya Indonesia mensejajarkan diri dengan bangsa lain dalam pengembangan Iptek. Ia berharap, Indonesia dapat bercermin dari kesuksesan pemimpin bangsa lain karena ‘melek’ Iptek secara sadar. Dengan begitu, berbagai riset yang dikembangkan mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat.