Teknopreneur.com – Berdasarkan data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) hingga 14 Juli 2014, ada 1.048 nama domain yang didaftarkan. Dari nama-nama domain tersebut, 334 di antaranya tidak memenuhi persayaratan, jadi hanya 714 nama domain yang disetujui.

Ketua Pandi bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo mengatakan, “Masyarakat Indonesia masih bisa mendaftarkan domain cantik itu sampai Periode Landrush berakhir pada 15 Agustus 2014.” Ia memprediksi, akan ada lebih dari 3.000 nama domain .id yang terdaftar sebelum dirilis pada 17 Agustus 2014.

“Periode Landrush terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki identitas KTP, SIM, atau paspor,” ucap Sigit. Kemudian ia menyatakan, pendaftar domain personal harus sesuai dengan nama yang tertera pada dokumen identitas, baik berupa nama lengkap, bagian nama, maupun singkatan nama.

Ia pun mengatakan, “Hal tersebut kami lakukan untuk menghindari terjadinya cyber squatting atau pembajakan situs.” Aturan inilah yang memebuat beberapa nama domain ditolak.

“Jika ingin mendaftarkan nama yang berbeda dengan identitas, domain harus didaftarkan atas nama institusi, seperti nama perusahaan, perguruan tinggi, organisasi, atau institusi lainnya,” jelasnya. Sementara itu, jika terjadi pendaftaran nama domain oleh dua pihak atau lebih, pemenangnya akan ditentukan dengan cara lelang.

“Sebelumnya sudah ada 815 nama domain yang didaftarkan pada Periode Sunrise (periode pertama untuk pemegang merek) dan 911 nama domain didaftarkan pada Periode Grandfather (periode kedua untuk pemilik domain tingkat dua, sebagai contoh .co.id). Jadi total dari dua periode prioritas sebelumnya sudah ada 1.726 nama domain yang terdaftar,” imbuh Sigit.

Untuk mengikuti Periode Landrush, pendaftar harus membayar biaya administrasi sebesar Rp100ribu dan biaya akuisisi minimal sebesar Rp1juta, yang dapat dilakukan secara online di situs resmi domain. Setelah rilis pada 17 Agustus 2014, pendaftar hanya akan dikenakan biaya tahunan sebesar Rp500ribu.