Teknopreneur.com – Project Loon merupakan proyek penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Google dengan misi menyediakan akses Internet untuk daerah pedesaan terpencil. Proyek ini menggunakan balon udara yang ditempatkan pada lapisan stratosfer atau pada ketinggian sekitar 20 mil (32 km).

Balon tersebut bergerak dengan menyesuaikan ketinggian mereka serta mengapung pada lapisan angin. Setelah itu, balon kemudian mengidentifikasi data angin dengan menggunakan software alogaritma dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang terpasang pada balon untuk menentukan arah pergerakan sesuai dengan rute atau jalur yang benar.

Server yang memegang serta mengontrol data angin secara langsung terhubung ke jaringan balon dengan menggunakan antenna dengan teknologi frekuensi radio khusus (dengan frekuensi 2,4 dan 5,8 GHz) yang melekat pada bangunan tempat mereka bekerja. Server di bumi kemudian menangkap sinyal jaringan dari balon-balon Google tersebut, yang terhubung ke penyedia layanan Internet (ISP) untuk kemudian disebarkan pada daerah di sekitar balon tersebut.

Setiap balon dapat menyediakan konektivitas dengan radius hingga 40 km serta kecepatan sebanding dengan 3G. Balon tersebut menggunakan Solar Energy  sebagai baterai untuk alat pemancar sinyal atau jaringan.

Bagian untuk meniup balon disebut amplop balon. Amplop balon harus dibuat dengan sangat baik untuk memungkinkan balon beroperasi sampai 100 hari di stratosfer. Amplop balon terbuat dari lembaran plastic pada umumnya (polyethylene), dengan ukuran lebar 15m dan panjang 12m.

Selain bertujuan memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil dan pedesaan, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi selama bencana alam di daerah yang terkena dampak bencana. Orang yang terlibat dalam proyek ini meliputi Kaya DeVaul (kepala arsitek teknis yang juga seorang ahli teknologi), Mike Cassidy (pemimpin proyek), dan Cyrus Behroozi (pemimpin jaringan dan telekomunikasi).

Dalam laman resminya, Google berencana mengirimkan 300 balon yang mencakup untuk Selandia baru, Australia, Chili, dan Argentina.  Sesuai dengan tagline ‘Balloon-Powered Internet for Everyone’, Google berharap nantinya akan dapat memiliki ribuan balon terbang di stratosfer hingga mencakup seluruh dunia.