Teknopreneur.com- Penilaian Koneksi High Broadband berdasarkan survey Akamai menunjukkan Korea Selatan masih memimpin dunia dan kawasan Asia Pasifik dalam memiliki kecepatan di atas 10 Mbps. Sementara yang terendah terlihat di India dengan angka 0,7%.

Sayangnya Indonesia bersama Filipina, Vietnam tidak masuk dalam kualifikasi kenaikan broadband karena memperlihatkan tingkat adopsi high broadband di bawah 0,5%, meskipun kenaikan kecepatan rata-rata koneksinya kuat.

Indonesia hanya mencatat penilaian tingkat adopsi broadband pada angka 6,6%, namun dengan persentase pertumbuhan hingga 262%.  Akamai meyakini jika pertumbuhan agresif seperti ini terus menjadi tren, dengan cepat adopsi broadband di Indonesia akan mencapai angka dua digit.

Kabar baiknya, perusahaan telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia bahkan telah menawarkan akses intenet dengan kecepatan 10 Gbs untuk download 2,5 Gbps untuk upload, atau naik dua kali lipat dari teknologi yang dipakai sebelumnya.

Pembangunan infrastuktur jaringan 10 Gigabit Passive Optical Network (XGPON) ini  bertujuan menyebarluaskan teknologi kabel serat yang dapat dinikmati konsumen rumah tangga untuk mengakses intenet kecepatan tinggi. Tagetnya, infrastruktur broadband tersebut akan melawati 20 juta titik/rumah hingga tahun 2015 di sekitar 900 pulau berpenghuni di wilayah nusantara. Saat ini infrastruktur broadband Telkom hanya melewati 8,2 juta rumah.

Poyek ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital dan membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati akses layanan broadband di wilayah kota maupun pedesaan. Dan bukan tidak mungkin angka adopsi broadband akan naik hingga angka dua digit.