Teknopreneur.com – Jika dahulu nenek moyang mengobati penyakit dengan pergi ke dukun. Zaman sekarang sudah banyak yang berubah. Bioteknologi untuk kesehatan ditawarkan terhadap pasien dengan banyak pilihan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik.

Misalnya, diagnosis dan terapi diciptakan lebih baru dan inovatif yang perkembangannya berubah dari waktu ke waktu. Bioteknologi di sini memegang peranan penting untuk meningkatkan tingkat kehidupan si pasien.

Bioteknologi yang pertama yaitu pengobatan personal atau personalized medicine. Sebuah konsep pengobatan dan terapi pada pasien berdasarkan gen-gen individu.

Perkembangan yang signifikan dari pelayanan kesehatan yakni farmakogenomik (pharmacogenomic). Pharmacogenomic mengambil fakta bahwa tiap-tiap individu merepresentasikan gen-gennya yang unik. Maka, setiap gen akan bereaksi secara berbeda pada tiap-tiap obat dan dosis tertentu.

Selanjutnya, tes berdasarkan gen. Penemuan dari single-nucleotide polymorphisms (SNPs) menjadi hasil nyata perkembangan industri bioteknologi khususnya pada kesehatan. SNPs ini mengubah sekuen DNA – satu dari terobosan besar terhadap tes genetik.

SNPs atau diujarkan dengan snips merepresentasikan satu dari variasi genetik yang paling biasa pada individu. Ketika snip pada sekuen gen tersebut mengkode protein tertentu, gen ini bisa mengubah protein tersebut menjadi penyakit. Kira-kira, 10 juta snips terdeteksi pada gen-gen manusia.

Keempat, dikenal dengan terapi gen. Terapi gen ini menggunakan teknologi molekul-molekul DNA yang rekombinan. Kelima, stem cell atau sel punca yang manfaatnya bisa membagi-bagi sel untuk mengobati penyakit.

Keenam yaitu nanoteknologi. Nanoteknologi atau nanomedicine dirancang dengan memanipulasi molekul dan struktur pada skala nanometer (satu miiar per meter) atau atomik. Contoh kasus seperti eksperimen pada nanoshell untuk menghancurkan sel-sel kanker hingga level yang paling kecil.

Yang terakhir yaitu pembuatan obat baru dengan sistem microsphere therapy atau terapi dengan pemanfaatan partikel mikroskopik atau terkecil. Jadi, diberi nama mikroskopik karena berupa skala yang sangat kecil tapi bisa menampung berbagai obat-obatan yang dibutuhkan. Penggunaannya pun sangat mudah hanya disemprotkan melalui hidung atau mulut.

Obat ini saat ini sudah ada untuk kanker paru-paru dan penyakit pernapasan. Ilmuwan juga sedang meneliti lebih lanjut obat ini untuk obat antikanker pada tumor yang aktid dan obat bius.