Teknopreneur.com – Ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, manusia menghasilkan warna dari mencampur bahan-bahan dari alam. Itupun tidak serumit sekarang. Diantaranya mereka dahulu menggunakan arang, kapur dan warna tanah serta warna alam lainnya.

Bahan yang diambil dari alam tersebut kemudian dicampur dengan air dan sebagai perekat digunakan getah dari pohon. Tidak susah memang tetapi tahan lama bisa dibuktikan dengan hasil coretan yang ditorehkan di piramida-piramida Mesir, ataupun kaligrafi karya seniman Tiongkok.

Sekarang, warna tidak lagi tergantung pada bahan-bahan alam yang ketersediaannya terbatas. Teknologi pun sudah semakin canggih dalam penyelarasan warna. Kaitannya dalam hal ini, Datacolor yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi manajemen warna, mengkreasikan softwarenya yang terbaru, Match® Pigment 3.0.

Jika seniman mesir mendekorasi piramida, ornamen, patung-patung dengan pigment yang dipakai bersifat natural seperti garam tembaga, oker dan vermillion atau merah terang, dan warna hitam dari tulang dan sampah. Lain halnya dengan Match® Pigment 3.0 ini menerapkan “Kalibrator Cerdas”.

Disebut Kalibrator Cerdas memang bukan tanpa alasan. Dengan kemampuan multiprosessor, software ini menciptakan matching warna yang lebih akurat karena menggunakan sistem algoritama ini secara otomatis bisa membuang data yang tidak baik dari perhitungan sehingga nantinya akan menghasilkan optik yang terbaik.

Tidak hanya itu, software ini dilengkapi dengan manajemen data yang efisien sehingga pengguna akan lebih menghemat waktu hingga hampir 50% untuk formulasi warna. Selain industri cat dan pigment, software ini bisa dipakai oleh industri-industri kulit, plastik, tinta, dan kosmetik.