Teknopreneur.com – Sejak sel punca atau stem cell pertama kali ditemukan di Universitas Toronto pada tahun 1960an, teknologi ini menjadi ladang yang menjanjikan pada penelitian biologi. Stem cell mempunyai kemampuan untuk membelah beragam sel khusus dalam kondisi yang ditentukan karena sifatnya yang tidak bisa dipisahkan.

Kemampuan untuk memisahkan ke dalam banyak tipe sel pada tubuh membawa ide untuk menyembuhkan bermacam penyakit, terutama penyakit degeneratif dalam kaitan sel saraf yang hampir mati. Ilmuwan mentransplantasi stem cell tersebut ke dalam tubuh dengan harapan sel-sel ini dapat memisahkan sel-sel jahat yang dapat memperlemah tubuh pasien.

Ilmuwan stem cell terkemuka dari Universitas Wisconsin-Madison, Masatoshi Suzuki, juga asisten professor bidang biologi di Sekolah Kedokteran Hewan. Suzuki saat ini sedang menggunakan stem cell sebagai model dan mencari tahu untuk pengobatan penyakit neuromuscular diantaranya amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dan distrofi otot atau muscular dystrophy.

Penelitian utama Suzuki mengenai penerapan stem cell untuk mempelajari penyakit degeneratif atau neurodegenerative.  Pada studi sebelumnya, dia “ mengujicobakan ke model hewan yang mengidap ALS dan melakukan transplantasi stem cell ke dalam saraf tulang belakang hewan tersebut” katanya.

Pada transplantasi tersebut, dia melihat banyak perlindungan ketika terjadi degradasi pada neuron motorik. Hasil tersebut membuahkan ide untuk transplantasi stem cell ke dalam otot pun dengan tujuan mencegah degenerasi hubungan antara neuron motorik dan otot.

Penggunaan stem cell dari sumsum tulang belakang disebut dengan mesenchimal stem cell, Suzuki secara genetik memodifikasi mereka untuk mengeluarkan faktor-faktor perlindungan neuron – menunjukkan probabilitas memberikan daya kerja fungsi otot pada penyakit degeneratif.

“Sayangnya sel-sel ini tidak dapat terintegrasi dengan baik di dalam sel” keluhnya. Hal ini disebabkan dia masih baru tahap awal penelitian.

Penelitian yang masih dalam tahap awal ini bukan berarti tidak berpotensi tetapi bisa menunjukkan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin Bisa jadi terapi stem cell ini menjadi tuntutan dalam ilmu kedokteran di masa yang akan datang.